Monday | Nov 19, 2018

October 26, 2018

Pinky! Mahasiswi STD Bali, mewakili Provinsi Bali dalam Ekspedisi Jalur Rempah, Kemdikbud 2018


Ekspedisi Jalur Rempah 2018 merupakan kegiatan yang diselenggarakan kedua kalinya oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berlokasi di Provinsi Maluku Utara, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap NKRI, dengan memberikan kontribusi positif di masa muda. Kegiatan yang dibuka untuk mahasiswa aktif minimal semester 5 ini, diikuti oleh 100 mahasiswa seluruh Indonesia sebagai peserta. Dari kurang lebih 900 pendaftar online, hanya 47 peserta yang dinyatakan lolos seleksi,  salah seorang diantaranya adalah Pinky Ariani So mahasiswi STD Bali perwakilan Provinsi Bali.  Sementara itu, sisa kuota 53 peserta diisi oleh mahasiswa terpilih di Ternate - Maluku Utara dan mahasiswa jalur rekomendasi. 

  Kegiatan yang diselenggarakan pada 28 September hingga 9 Oktober 2018 ini terbagi dalam 3 tahapan kegiatan, yaitu: pembukaan dan pembekalan, ekspedisi dan ekspose. Pembukaan dan pembekalan dilaksanakan pada hari pertama di Ternate. Dilanjutkan dengan hari berikutnya yaitu kegiatan ekspedisi yang terbagi dalam 4 kelompok di 4 pulau berbeda yaitu Ternate, Tidore, Jailolo dan Makian. Tahapan ekspedisi yang dilakukan selama 9 hari ini, menempatkan Mahasiswi Pinky di Kecamatan Jailolo - Desa Idamdehe Gamsungi. 

  Selama tinggal di Desa Idamdehe Gamsungi, banyak pengalaman yang didapatkan oleh Pinky. Mulai dari rasa kekeluargaan dari warga desa, tinggal di tempat papa mama piara (papa mama angkat), makan makanan khas daerah seperti papeda, sayur lilin, ikan gohu dan masih banyak lagi. Kenangan berkesan lainnya adalah dapat menyaksikan penampilan Tarian Saya - Saya, Tarian Legu Salai, Tarian Caka Iba dan Musik Bambu “Manuru” yang dipentaskan oleh warga desa. Musik Bambu “Manuru” inilah yang merupakan musik khas Desa Idamdehe Gamsungi yang awet dilestarikan hingga saat ini oleh warga desa dari kurang lebih 120 tahun lalu. 

  Sebagai Mahasiswi Desain Komunikasi Visual, Pinky mengangkat karya tulis sekaligus desain mengenai Musik Bambu “Manuru” dengan mewawancarai Bapak Agus Boky selaku ketua kelompok musik dan Bapak Frans Mai selaku Kepala Adat. Saat wawancara, Pinky mengetahui bahwa Musik Bambu “Manuru” ini belum memiliki logo, sehingga dikonsepkanlah melalui proses desain dan hasilnya disumbangkan kepada kelompok musik. Puji Tuhan respon positif yang didapatkan oleh Pinky, karena mereka berencana menggunakan logo tersebut pada poster acara hingga pada kostum yang mereka kenakan pada saat penampilan.

  Seusai tahapan kegiatan ekspedisi sebagai kegiatan pengumpulan data, kegiatan dilanjutkan dengan tahapan ekspose. 4 kelompok yang sebelumnya terbagi ke pulau yang berbeda kembali menjadi satu di Ternate. Masing-masing kelompok mempersiapkan hasil karya tulis pribadi, foto dan juga video kelompok untuk dipresentasikan sekaligus dipamerkan. Kegiatan Ekspedisi Jalur Rempah pun ditutup dengan sesi closing ceremonial, dimana pada sesi ini diumumkan para pemenang lomba yang sedari awal telah disosialisasikan oleh panitia. Ada beberapa kategori perlombaan yang diikuti oleh seluruh peserta EJR, yaitu lomba karya tulis kelompok terbaik, karya tulis individu terbaik, karya video kelompok terbaik dan lomba sosial media terbaik yang dimenangkan oleh Pinky Ariani So. “Sebagai peserta EJR 2018 saja sudah merupakan hal yang membanggakan bagi saya, apalagi menerima penghargaan diatas panggung pada malam itu yang merupakan suatu kehormatan bagi saya. Terima kasih atas apreasiasinya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia”, ucap Pinky dengan bangga. 

  Pengalaman Ekspedisi Jalur Rempah 2018 telah mengubah pola pikir Pinky jauh semakin maju. Majulah Pemuda - Pemudi Indonesia, Majulah Indonesia! 



STD BALI BEKERJA SAMA DENGAN

Universiti Kebangsaan Malaysia
Universitas Budi Luhur
ISI Denpasar
Catholic University of Daegu
Hanbat National University
Sunchon National University
Sun Moon University
Jeonju University
NIIT