Tuesday | Dec 11, 2018

November 27, 2018

Sosial Media sebagai Promosi Desa Wisata Berkelanjutan, menjadi sorotan tajam Ketua STD Bali dalam Seminar Seni, Desain dan Arsitektur.


Senin, 26 November 2018, bertempat di Swiss-Belhotel Watu Jimbar, Sanur. Dilaksanakan Seminar Seni, Desain dan Arsitektur (SENASDAR), yang diselenggarakan oleh Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan Provinsi Bali (Listibiya Bali). Seminar tersebut dihadiri oleh kampus-kampus Seni, Budaya, Desain dan Arsitektur di Bali, asosiasi, Seniman, Arsitek, Desainer, Budayawan hingga peserta umum, dengan mendiskusikan tema besar yaitu “Memaknai Kembali Seni, Budaya, Desain dan Arsitektur yang berbasis Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan”.
Pada seminar tersebut, menghadirkan beberapa keynote speaker diantaranya, Bapak Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., selaku Budayawan dan Dosen Universitas Udayana, Bapak Dr. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, S.T., M.A., selaku Arsitek dan Dosen Universitas Udayana, Bapak Drs. I Wayan Geriya, Sesepuh di bidang Budaya dari Listibiya Provinsi Bali, dan Ibu Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn., yang merupakan visual desainer, aktivis media sosial yang sekaligus merupakan Ketua Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali.
Materi yang diangkat cukup beragam, mulai dari Kearifan Lokal sebagai Representasi Budaya Posmodern, Peran Arsitek untuk Menjaga Kearifan Lokal di Era Disrupsi Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Obyek Khas Dan Genius Dalam Pemajuan Kebudayaan Roadmap menuju warisan budaya dunia, UNESCO, dan Peranan Sosial Media dalam Promosi Desa Wisata Berkelanjutan.
Dari sekian materi yang dipaparkan, salah satu materi yang paling lekat dengan kehidupan masa kini adalah peranan sosial media dalam mempromosikan Desa Wisata. Ibu Ririen selaku Ketua STD Bali, melihat fenomena ledakan visitasi wisatawan lokal, domestik maupun internasional, yang disebabkan oleh foto yang bersifat user generated content, yang berdampak baik bagi lokasi wisata baru di Bali. Sebaran informasi tersebut disebabkan oleh Generasi Y dan Z yang gemar menyebarkan informasi dan direspon dengan baik oleh para millenial yang selalu mencari review dan informasi melalui sosial media. Pernyataan tersebut diperkuat dengan data bahwa 10 besar pengguna sosial media di dunia, berasal dari Indonesia, diikuti oleh negara-negara besar dan maju lainnya. Hal tersebut menciptakan garis linier menjadi exponential pada era disrupsi, sehingga dapat berdampak positif dalam perekonomian Desa Wisata yang berkelanjutan. Ibu Ririen mengakui bahwa hal ini menjadi peluang, bagi pegiat sosial media dalam membantu daerah wisata, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru, bagi para masyarakat lokal yang merasakan dampak positif peranan sosial media dalam mempromosikan daerahnya.
(amp)



STD BALI BEKERJA SAMA DENGAN

Universiti Kebangsaan Malaysia
Universitas Budi Luhur
ISI Denpasar
Catholic University of Daegu
Hanbat National University
Sunchon National University
Sun Moon University
Jeonju University